Sunday, August 8, 2010

sikap sabar

saat semua orang lapuk dengan kehidupan masing-masing
aku cuba gagahi abdomen hidupku dengan sebakul daya
saat puas sang manusia mematahkan pasak sendi yakinku,
memanipulasi paksi kebenaran,
kepercayaan aku mereka buat tisu pengelap hingusan,
lalu seorang demi seorang datang kepadaku,
menepek tahi hidung masing-masing sambil mengatakan maaf,
perilaku yang sengaja,
saat ini, perlu lagi ke aku pateri erat rasa sabar dan mengalah?
kerna ia tidak lari dari peri norma,
yang bermakna ada batasan dan sukatan limitasi,
detik hiba ini, aku terasa lagi kesakitannya
kesakitan yang datang sekejap-sekejap,
datang tanpa siren dan pergi begitu sahaja,
ya Allah, sampai bilakah aku perlu bersabar?
sampai mereka-mereka puas aku masuk lubang kubur kah?

No comments:

Post a Comment